Berita
Kenaikan Harga Bahan Baku dan Peningkatan Teknologi Membawa Dampak Signifikan: Industri Lembaran Polikarbonat Memasuki Siklus Baru Pengembangan Berkualitas Tinggi
Time : 2026-04-08
Pada minggu pertama April 2026, industri lembaran polikarbonat (PC) mencapai titik balik kritis. Pada 1 April, Mitsubishi Gas Chemical, raksasa kimia global, mengumumkan kenaikan harga sebesar 30% untuk seluruh bahan inti, termasuk laminat berlapis tembaga kelas atas dan prepreg, yang merupakan penyesuaian harga ketiga dalam enam bulan terakhir dengan kenaikan kumulatif lebih dari 60%. Produsen kain elektronik domestik terkemuka, seperti China Jushi dan Henan Guangyuan New Materials, mengikuti langkah tersebut dengan menaikkan harga kain elektronik tipe 7628 menjadi 6,5 yuan per meter, atau kenaikan bulanan hampir 10%. Gelombang kenaikan harga kali ini bukanlah fluktuasi jangka pendek, melainkan sinyal penting akan restrukturisasi pola pasokan dan permintaan industri yang didorong oleh berbagai faktor, antara lain ledakan daya komputasi kecerdasan buatan (AI) dan dorongan pengembangan bangunan ramah lingkungan, sehingga memberikan momentum baru bagi pengembangan berkualitas tinggi industri lembaran PC.
Dari sudut pandang situasi industri saat ini, gelombang kenaikan harga kali ini ditandai dengan transmisi menyeluruh sepanjang rantai pasok industri. Kenaikan harga bahan baku hulu seperti bisfenol A dan fosgen mendorong kenaikan biaya produksi lembaran PC. Di sisi manufaktur, perusahaan-perusahaan terkemuka telah meningkatkan nilai tambah produk melalui peningkatan teknologi, antara lain ekstrusi bersama (co-extrusion), pelapisan nano (nano-coating), serta modifikasi tahan api (flame-retardant modification), sehingga harga sejumlah lembaran kelas atas naik sebesar 10%–15%. Sektor hilir seperti pencahayaan arsitektural, kendaraan energi baru (NEV), dan fotovoltaik terintegrasi bangunan (BIPV) menunjukkan permintaan yang kuat serta penerimaan tinggi terhadap kenaikan harga, sehingga memungkinkan transmisi biaya berjalan lancar. Data menunjukkan bahwa pada kuartal pertama tahun 2026, ukuran pasar PCB global untuk server AI melonjak 100%–200% secara tahunan (year-on-year), dengan nilai PCB per server AI mencapai 5–8 kali lipat nilai PCB server biasa, yang secara langsung mendorong permintaan terhadap lembaran PC kelas atas.
Mengenai tren perkembangan industri, penghijauan, orientasi ke segmen high-end, dan substitusi domestik telah menjadi arah utama. Dengan panduan tujuan "dual carbon", industri lembaran PC sedang mempercepat transisi menuju pembangunan berbasis rendah karbon. Diperkirakan lebih dari 60% perusahaan berskala besar akan membangun sistem manajemen jejak karbon yang lengkap pada tahun 2026, dan produk-produk pelaku utama akan mencapai tingkat maju internasional dalam hal jejak karbon. Lembaran PC berbasis bio dan teknologi daur ulang kimia berputar tertutup (closed-loop) secara bertahap semakin populer, mengurangi konsumsi energi produksi sekaligus menerobos hambatan perdagangan hijau. Secara teknologi, permintaan terhadap lembaran fungsional dengan ketahanan cuaca tinggi, ketahanan gores tinggi, serta responsif secara cerdas meningkat pesat, sehingga memperluas skenario penerapan dari konstruksi tradisional ke bidang-bidang baru seperti energi baru, peralatan elektronik, dan pertanian modern.
Dari segi struktur pasar, konsentrasi industri terus meningkat, dengan pangsa pasar sepuluh perusahaan teratas (CR10) diproyeksikan naik dari 42% pada tahun 2023 menjadi lebih dari 75% pada tahun 2030. Mengandalkan keunggulan biaya, akumulasi teknologi, dan layanan yang disesuaikan secara lokal, perusahaan dalam negeri memperluas pangsa pasarnya di segmen menengah-atas, sehingga memecah monopoli para raksasa asing. Di sisi lain, pelaku utama mempercepat ekspansi kapasitas produksi, dengan fokus pada pembangunan kapasitas produksi kelas atas, serta mendorong transformasi industri dari "perluasan skala" menuju "peningkatan kualitas".
Dalam jangka pendek, kenaikan harga bahan baku akan mempercepat proses penyaringan ulang di industri, sehingga mengancam kelangsungan usaha bagi perusahaan kecil dan menengah yang kekurangan keunggulan teknologi serta kemampuan pengendalian biaya. Dalam jangka panjang, inovasi teknologi dan pembangunan berkelanjutan akan menjadi daya saing inti perusahaan. Seiring terus meningkatnya kapasitas komputasi kecerdasan buatan (AI), semakin dalamnya penerapan kebijakan bangunan hijau, serta perluasan infrastruktur energi baru, industri lembaran polikarbonat (PC) diperkirakan akan memasuki siklus kemakmuran tinggi selama 1–2 tahun. Ke depannya, perusahaan perlu meningkatkan investasi dalam penelitian dan pengembangan (R&D), menerapkan teknologi rendah karbon serta produk kelas atas, serta memperkuat koordinasi rantai pasok guna memanfaatkan peluang transformasi industri dan mencapai pembangunan berkelanjutan.
